Ini Makna Paula Modersohn-Becker Lukis Dirinya Sendiri Tanpa Busana

Posted at February 9, 2018 by admin on category Berita


Lukisan diri Paula Modersohn-Becker

Lukisan diri Paula Modersohn-Becker

Paundra.com, PELUKIS muda German Paula Modersohn-Becker pernah melukis dirinya sendiri tanpa busana. Salah satu dari potret dirinya yang penuh emosional. Lukisan ini dibuat saat ulang tahun pernikahnnya yang keenam dan juga setahun sebelum ia meninggal dunia.Dalam lukisan itu Paula Modersohn-Becker menulis tulisan bercat hijau zaitun di pojok kanan bawah kanvas. Ia menandai lukisan itu dengan inisial “PB”, untuk Paula Becker, nama gadisnya, mengabaikan Modersohn, nama yang dia dapatkan saat menikah.

Paula Modersohn-Becker berusia 30 tahun saat ia melukiskan dirinya sendiri pada 25 Mei 1906. Wanita yang lahir pada 1876 dan meninggal di tahun 1907, menikah dengan Otto Modersohn, seorang akademisi pelukis yang berusia 10 tahun lebih tua darinya.

Dalam lukisan tanpa busananya, Paula Modersohn-Becker melukis bukan sekadar potret diri yang tanpa busana (telanjang) melainkan sebuah deklarasi pembebasan. Tidak hanya dari ikatan dan tugas pernikahan. Akan tetapi sebagai gambaran dari apa yang ia rasakan kala itu.

Lukisan itu menggambarkan seperti Paula Modersohn-Becker sedang mengandung (hamil), akan tetapi sebenarnya ia tidak sedang mengandung dalam lukisan itu. Beberapa bulan sebelumnya dia menegaskan ia belum mau memiliki anak, terutama dengan Otto.

Independent.co.uk menyebutkan lukisan dirinya tanpa busana ini merupakan metafora untuk dirinya sendiri sebagai seniman muda. Yang untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia bisa menciptakan dan melukis secara bebas sesuai dengan keinginannya.

PELUKIS muda German Paula Modersohn-Becker pernah melukis dirinya sendiri tanpa busana

PELUKIS muda German Paula Modersohn-Becker pernah melukis dirinya sendiri tanpa busana

Kebebasan

Maksud seperti sedang hamil itu bukan melahirkan anak, melainkan dirinya yang dewasa, mandiri, dan artistik. Lukisan-lukisan tanpa busana umumnya disamarkan untuk menghindari tatapan “buruk” dari para pria. Namun dalam lukisannya, Paula Modersohn-Becker justru menciptakan bentuk baru, lukisan itu tampak hendak mengekspresikan seorang wanita yang mampu melindungi dirinya sendiri dari “perangkap” pernikahan. Menggambarkan wanita yang tidak memerlukan pria untuk melengkapinya.

Yang pada akhirnya, lukisan Paula Modersohn-Becker itu berujung pda kesetaraan hubungan antara pelukis pria dan wanita. Selama ini wanita dijadikan objek seksual dan merupakan model (lukisan) yang bisa dibeli dengan uang. Hal yang menjadi anggapapan para pelukis pria kala itu. Namun melalui lukisan dirinya sendiri tanpa busana, Paula Modersohn-Becker membantah paham itu. Potret tanpa busananya secara implisit menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi.

Dalam lukisannya ini, tidak sada objek eksploitasi seksual dan perampasan hak atas diri sebagai wanita yang mungkin “terjajah” seperti lukisan yang dibuat para seniman pria yang menggambarkan tatapan lukisan seorang wanita yang kososng. Yang ia lukis menggambarkan seorang wanita yang berani menatap langsung dan tak kenal takut. Paula Modersohn-Becker melahirkan ekspresi akan dirinya yang baru tanpa rasa takut dan bernilai seni. Dia termasuk pelukis wanita pertama yang mengeksploitasi masalah ini.

Paula Modersohn-Becker pingsan karena emboli dan meninggal beberapa minggu setelah kelahiran putrinya. Yakni setahun kemudian pada tahun 1907 setelah lukisan itu dibuat. Oleh karena itu lukisan ini seperti sebuah lukisan “tajam” yang membayang-bayangi. Paula Modersohn-Becker adalah pelukis wanita pertama yang melukis dirinya sendiri tanpa busana.

Paula Modersohn-Becker Lukis Dirinya Sendiri Tanpa Busana

Paula Modersohn-Becker Lukis Dirinya Sendiri Tanpa Busana

Masa kecil Paula Modersohn-Becker

Lahir pada tahun 1876, masa kecil Paula Modersohn-Becker berbarengan dengan apa yang disebut sebagai perdebatan nasional tentang akses perempuan terhadap pendidikan tinggi dan profesi liberal. Ayah Paula Modersohn-Becker mendukung pendidikan dan menginginkan putrinya dapat mencari nafkah sendiri, karena ayahnya kala itu menganggap putrinya, Paula Modersohn-Becker akan menikah.

Sang ayah mendorong putra dan putrinya untuk bisa hidup mandiri meskipun diterpa banyak kritikan. Paula Modersohn-Becker mengikuti pelajaran seni dan pendidikan. Dia menghadiri akademi menggambar dan melukis yang dikelola oleh Asosiasi Artis Wanita, tempat Kathe Kollwitz belajar.

Paula Modersohn-Becker menetapkan subjek seninya tidak hanya dalam konsteks historis dan sosiologis. Akan tetapi juga menarik gambaran tentang orang-orang yang terkait langsung dengan Paula Modersohn-Becker sendiri***.




Related Posts to Ini Makna Paula Modersohn-Becker Lukis Dirinya Sendiri Tanpa Busana