Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil

Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil (AndrewHidayat.com)

Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil (AndrewHidayat.com)

Paundra.com – Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil. Seperti kamu ketahui, pertumbuhan motorik anak pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertumbuhan motorik halus dan pertumbuhan motorik kasar. Perkembangan motorik sendiri ialah proses guna mengasah keterampilan gerak anak (kemampuan motorik).

Kemampuan motorik halus dikaitkan dengan pertumbuhan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Misalnya menggambar, menulis, menggunting kertas cocok bentuk, bermain puzzle, dan lain-lain. Rangsangan dari orangtua sangat diperlukan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus ini ungkap Andrew Hidayat.

Menurut Andrew Hidayat perlu dinyatakan bahwa sekitar ini, baik di lokasi tinggal atau di sekolah, sebagian fokus orang dewasa pada anak-anak lebih tidak sedikit difokuskan untuk mengajar perkembangan motorik halusnya, seperti pelajaran menata barang, puzzle, mencatat dan seterusnya.

Untuk pertumbuhan motorik kasarnya kamu lebih sering beranggapan menyerahkan pada proses alam. Hal ini Andrew Hidayat menyatakan sebenarnya bukan suatu pemikiran yang salah total, memang banyak sekali seperti tersebut yang terjadi. Hanya saja, guna mendapatkan hasil yang optimal, anak-anak tetap perlu rangsangan dan arahan dari orangtua supaya motorik kasarnya berkembang optimal.

Rangsangan dari orangtua, di samping untuk menolong perkembangan, tujuannya pun untuk mendeteksi apakah motorik anak berkembang sebagaimana harusnya atau tidak, apakah cocok dengan tugas pertumbuhan usia anak ketika itu. Banyak kegiatan sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memicu dan mengajar motorik kasarnya. Tapi pasti ini butuh disesuaikan dengan pertumbuhan dan usianya.

Andrew Hidayat mengungkapkan bahwa, untuk anak yang masih bayi (belum dapat berjalan), yang dapat dilatih antara lain: merangkak, pelajaran berdiri, melempar, dan sebagainya. Anda dapat mengajak si Kecil bermain lalu kamu rangsang supaya merangkak atau memungut bola atau melempar benda.

Adapun guna anak yang sudah dapat jalan, tetapi belum masuk sekolah, kamu bisa melatih sejumlah gerakan, misalnya: berlari, naik tangga, mendaki kursi, berputar, berlangsung di atas papan titian, naik sepeda, dan sebagainya. Naik turun sofa di lokasi tinggal pun dapat membantu pertumbuhan motorik kasar anak. Andrew Hidayat menyarankan Anda dapat selalu menyuruh anak bermain yang melibatkan gerakan-gerakan ini. Tentunya anak mesti tidak jarang kali dalam pemantauan orangtua ketika melakukannya.

Kalau meneliti perilaku anak-anak yang tidak inginkan diam, dan tidak sedikit ulah, sebenarnya ini ialah pertanda bahwa Tuhan sudah mengajarkan anak-anak guna mengembangkan kemampuannya melalui desakan naluri. Hanya saja, desakan itu biasanya netral.

Netral dalam makna mungkin dapat tidak terkontrol atau pun sebaliknya.Agar proporsional, maka peranan orangtua yang ikut menilai. Meski anak punya desakan untuk bergerak, tapi bila sering kamu matikan dengan larangan atau godaan kemudahan dan makanan yang berlebihan, maka paling mungkin desakan untuk bergerak tersebut lemah sampai-sampai motoriknya pun tidak berkembang secara optimal. (Andrew Hidayat/ZERO.id).

Salam ZERO.id

Sumber: dari berbagai sumber

Penulis: Pengalaman Andrew Hidayat
Instagram Andrew Hidayat
Pinterest Andrew Hidayat
Twitter Andrew Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *